Jumat, 10 Juni 2016

Closer

"You are warm, but also cold. You care a lot but you also don't care about anyone. "

Hari-hari berlalu seperti biasa. Dan kita semakin dekat. Aku selalu terbuka padamu, menceritakan segala sesuatu. Aku ingin kamu tau semua tentang aku, dan aku ingin tau apa yang akan kamu lakukan setelah tau segalanya.

Satu hal yang mengkhawatirkanku pada awal-awal kedekatan kita adalah perawakan tubuh. Aku ini pendek dan berisi. Agak gemuk, orang kurus menyebutnya demikian. Suatu hari aku bertanya padamu, "Tinggimu berapa?" Dan kamu menjawab, "180 cm an mungkin?" Lalu aku bilang padamu, "Aku ini pendek lo, gemuk juga." Lalu kamu bertanya padaku, "Tinggimu berapa?" Aku jawab "150 cm an." Kamu bilang itu nda terlalu pendek. Tapi aku memang agak minder. Kamu begitu tinggi. Tapi sepertinya kamu tak terlalu ambil pusing tentang itu.

Aku rasa kita punya banyak kesamaan dalam prinsip hidup. Aku tau kamu suka aku tetapi aku tak berani mengakuinya. Banyak pria suka mempermainkan perasaan wanita, dan aku belum tau apakah kamu juga begitu. Tapi sepertinya kamu berbeda. Dan suatu hari, ah aku tak tau apa yang kamu pikirkan waktu itu. Sepertinya kita sedang membahas mantan pacarku? Yang aku ingat aku bilang ke kamu aku gak suka cowo yang ajak pacaran lewat sms. Kalo ajak pacaran lewat sms, nanti kalo putus, ya aku putusin lewat sms juga. Dan suatu malam kamu mengajak aku video call. Sepertinya itu pertama kalinya kita video call? Dan kamu bertanya bagaimana kepadaku apa aku mau menjadi pacarmu. Satu hal yang aku pikir saat itu adalah agama. Aku tanya kamu agama apa. Ternyata Kristen. Ah, aku agak pesimis di awalnya. Karena aku tau kluargaku adalah keluarga kolot dan tradisi kami begitu kental untuk sembahyang pada dewa dan leluhur. Sepertinya agak susah. Kita membicarakan hal itu beberapa hari. Kamu bertanya kepadaku tradisi apa saja yang ada dikeluargaku, apakah aku mau masuk gereja dan lain sebagainya. Tak mudah bagiku untuk masuk Kristen. Aku pernah masuk gereja Kristen sebelumnya, dan aku tak suka dengan suasana musij seperti di diskotek jedum jedum dan semua orang berteriak histeris di dalam gereja. Kamu bilang nda semua gereja seperti itu. Aku berpikir ah semua berakhir disini? Kita memutuskan untuk berteman. Tentu saja aku patah hati. Aku mengenalkanmu kepada seorang teman dekatku. Dia Kristen juga. Tentu saja agak sedih. Tapi aku tau kamu pria baik. Aku ingin kamu bahagia. Malam hari aku memikirkan semuanya. Aku bercerita pada mamaku kamu Kristen, dan waktu itu entah apa yang dipikirkan mamaku, yang jelas mama bilang nda masalah. Padahal sebelum kenal denganmu, saar aku mengenal pria Kristen lainnya, mamaku tetap nda setuju kalau aku harus masuk Kristen juga. Tapi saat itu mamaku bilang semua agama sama, asal aku cocok sama kamu ya nda papa. Aku seperti terkena angin yang sejuk. Menenangkan hati. Aku rasa aku ingin mencoba masuk ke gereja. Aku tau tak semudah itu bertemu dengan pria sepertimu. Aku mengatakan ke kamu tetapi sepertinya kamu masih agak ragu. Berhari-hari kamu berpikir sampai akhirnya kamu bisa meyakinkan dirimu untuk mengambil keputusan, dan kamu mencoba memberiku kesempatan. Dan saat kamu bertanya lagi apakah aku mau menjadi pacarmu, aku dengan yakin menjawab, "Mmm, iya 😊"

First date as a crush

Alasan pertama aku tertarik padamu adalah karena kamu bisa bahasa mandarin. Entah kenapa aku suka aekali bahasa, terutama bahasa mandarin. Mungkin karena kakek nenekku adalah seorang China daratan. Dan aku sangat menyukai film putri Huanzhu. Dan memang anehnya, saat ngobrol dalam bahasa mandarin, aku merasa kamu tidak membosankan. Kamu bisa bicara lebi banyak dan lebih mengalir daripada saat ngobrol biasa.

Aku mengadakan sebuah farewell dinner. Untuk merayakan kelulusanku dan syukuran karena aku akan pergi sekolah bahasa di Beijing. Sayang saat itu kamu tak bisa hadir karena harus pergi ke China bersama kedua orang tuamu untuk mengurus pekerjaan kantor.

Saat itu aku bercerita kepada saudara sepupuku tentang kamu. Bagi kami, adalah hal yang biasa untuk menghitung jodoh dengan shio dan tanggal lahir dan lain sebagainya. Saat itu cece spupuku bilang shio naga itu keras, dan suka mendominasi. Aku bilang padanya, aku suka didominasi. Haha. Lucu juga mengingatnya. Pertama kali dalam hidupku aku sadar aku memikirkan kamu.

Kita tetap berkomunikasi seperti biasa. Saat aku berangkat ke Beijing pun, kamu tau semuanya. Hari itu aku transit di Guangzhou. Biasanya transit hanya beberapa jam kemudian lanjut ke Beijing, tetapi saat itu asrama masih belum siap sehingga kami harus bermalam sehari disana. Dan tentu saja tak pernah terduga sebelumnya bahwa kamu juga baru saja sampai di Guangzhou juga. Kebetulan yang luar biasa. Dan yang lebih mengejutkan adalah saat kamu mengajakku untuk bertemu dan makan malam berdua. Ini petama kalinya aku pergi keluar negri sendirian. Aku berpamitan pada mamaku kalau aku akan pergi denganmu. Mamaku memberi ijin karena tahu kamu menjemputku dengan orang uamu. Sampai beberapa menit kemudian, sesaat sebelum kamu datang, mamaku kembali menelepon dan berkata bahwa beliau baru saja menelepon paman kakekku di Xiamen dan menceritakan bahwa aku akan pergi denganmu, dan paman kakekku tidak memperbolehkan aku pergi. Tapi aku tetap pergi karena kamu sudah terlanjur datang, dan aku agak sungkan dengan orang tuamu kalau harus batal.

Nama tempat itu Beijing lu. kamu bilang itu tempat yang terkenal di sana. Kita makan malam berdua, lalu berjalan-jalan sebentar disekelilingnya. Hal yang aku suka darimu selanjutnya adalah saat kamu mengantarku kembali ke hotel naik taxy.  Taxy itu agak aneh. Antara kursi bagian depan dan belakang dibatasi oleh teralis besi seperti penjara. Kita naik taxy dan kamu duduk di depan, aku dibelakang. Sepertinya kamu agak panik? Atau mungkin salah tingkah? Dan kamu baru menyadarinya saat taxy mulai jalan. Kemudian kamu berkata pada sopir kamu akan pindah dan kamu pindah saat kita berhenti karena lampu lalu lintas. Aku tak bisa menahan tawa. Itu sangat lucu. Sepanjang perjalanan kita melihat musik video, lagu jepang. Sepertinya kamu sangat suka lagu-lagu jepang. Dan aku mulai menyadari sepertinya kamu berbeda dengan pria-pria yang sebelumnya pernah aku temui. Kamu dengan sabar menunjukkanku video-video itu. Dan mengajakku ngobrol. Itu pertama kalinya aku pergi dengan pria yang baru aku kenal. Kadang aku merasa bahagia karena aku bisa mengingat dan merasakan kembali segala kejadian dengan sangat baik dan berurutan. Aku masih ingat ada beberapa bunga yang tumbuh dihatiku saat itu. Dan aku menyukainya.

First meet

Saat itu aku sedang dekat dengan seorang pria. Dan sebenarnya waktu itu aku merasa lebih mengharapkan dia. Karena persoalan agama, dan karena dia tak semisterius kamu. Aku tau seperti apa wajahnya, dan cara bicaranya mengalir, lebih menarik perhatianku. Aku awalnya tak tahu kamu akan datang dihari wisudaku. Aku baru tau saat temanmu menanyakan padaku jadwal wisudaku dan berkata ia akan datang denganmu.

Aku selalu berharap hidupku lebih berwarna, disukai pria, punya banyak teman yang akan memeriahkan hari-hari bahagiaku. Tetapi Tuhan sepertinya punya rencana lain dihidupku. Aku hanya memiliki sedikit teman tetapi sangat dekat seperti saudaraku sensiri. Mereka akan selalu ada menasehati dan menghiburku. Dan aku selalu punya, setidaknya satu orang terdekat yang menjadi tempat aku menceritakan setiap cerita hidupku tanpa kecuali. Dan aku berharap ada sesorang pria yang akan datang, memberiku bunga, menyukai dan menerima aku dengan segala hal yang ada padaku. Tapi aku tak ingin kecewa. Aku membeli bunga untuk hari wisudaku sendiri. Sebuah buket bunga yang sangat indah yang kupesan sendiri, dan aku hias sesuai apa yang aku inginkan. Karena aku merasa, mungkin tak akan ada yang memberiku buket bunga. Padahal aku sangat menyukai bunga, dan tentu saja tak mungkin aku membeli buket bunga untukku sendiri dihari-hari biasa.

Tapi sepertinya Tuhan lagi-lagi berkata lain. Aku menunggu seseorang, tapi orang itu tak pernah datang. Dan sebagai gantinya, Ia mengirimkanmu, hadir di hari wisudaku, membawa bunga dan sebuah hadiah, boneka beruang. Aku sangat menyukainya. Satu keinginanku telah didengar dan dijawab Tuhan. Walaupun tentu saja saat itu aku belum percaya dan menerima Yesus dalam hidupku. Tapi aku percaya Tuhan mendengar doa ku.

Sebuah pertemuan singkat, yang ternyata adalah awal dari sebuah cerita tak berujung dihidupku. Aku dan kamu.

Rabu, 08 Juni 2016

Koi fish

Kami baru saja membeli pembersih kaca dan ikan koi. Sebenarnya hanya untuk percobaan apakah mereka bisa hidup. Dan mengetes apakah air di kolam bisa untuk mereka hidup. Tapi aku benar-benar berharap mereka akan terus hidup. 😊😊😊

Kamis, 02 Juni 2016

2 Juni 2016

I just wish that a marriage is as simple as our love. Don't care bout the others, just you and I.

Menyatukan 2 keluarga dengan latar belakang, cara berpikir, kebiasaan dan tradisi yang berbeda bukanlah satu hal yang mudah. Cukup lelah merasakan segalanya. Terutama bila pasangan berada dalam kasta yang berbeda. Entahlah. Aku tak pernah berpikir akan menjadi serumit ini. Bagiku pernikahan adalah sebuah ikatan antara aku dan kamu. Kita bukan lagi 2 tetapi satu. Andai aku tau akan serumit ini, aku pasti memikirkannya dengan lebih baik dan matang. Aku kira resepsi hanyalah sebuah formalitas, dan tak perlu terlalu besar. Asal ada, cukup. Aku tau kamu pun merasakandan memikirkan  hal yang sama, mungkin kamu lebi baik menutupinya daripada aku. Kamu selalu menenangkan aku, padahal kamu sendiri mungkin jg mengkhawatirkan hal yang sama. Sering aku ingin menjadi kuat agar bisa memberi kekuatan juga ke km, tp aku selalu lemah dan rapuh. Dan selalu, kamu yang menguatkan aku.

Christian marriage day 1

Dua hari tidak bisa bertemu, membuat aku merasa begitu merindukan kamu. Dulu kita selalu bertengkar, atau tidak enak hati jika tidak bertemu satu hari. Tapi kali ini sepertinya membuat aku merasa hubungan kita sudah lebih dewasa dari sebelumnya. Karena kita bisa saling mengerti dan memahami dan melewati hari tanpa bertemu, tetapi kita berusaha menghadapinya dengan sangat baik.

Ada beberapa hal yang aku dapat hari ini dari konseling pernikahan.

Prinsip pernikahan Kristen:
1. Rencana Tuhan
2. Perjanjian yang bersifat sakral
     Dasar dari pernikahan bukanlah cinta, tetapi kasih.
3. Pernikahan Kristen adalah merupakan gambaran hubungan antara Tuhan dengan jemaat-Nya.
4. Kontrak pernikahan adalah seumur hidup
     Tidak peduli seberapa lama pasangan saling mengenal, ketika mengikat janji pernikahan, janji itu berlaku seumur hidup.
5. Kehidupan yang kudus

Kunci untuk membangun keluarga yang bahagia :
1. Pegang perjanjian pernikahan
2. Jadikan pasangan anugerah dari Tuhan
3. Tetap setia

Aku tau kita pasti bisa membangun keluarga yang bahagia. Asal kita menghadirkan Tuhan dalam hubungan kita, kita pasti bisa melalui segalanya.

Sabtu, 14 Mei 2016

Acquaitance

Pernah ada seseorang muncul dalam hidupku. Aku tak pernah menyangka ia akan menjadi orang terpenting dalam hatiku, dalam hidupku. Orang itu, kamu.

Aku tak ingat pasti kapan awal perkenalan kita, karena memang waktu itu aku masih penuh kegalauan. Dan aku tak pernah berpikir kamu akan jadi orang terpenting dalam hidupku. Bagiku kamu adalah seorang kenalam baru, kelihatannya bukan seperti teman-temanku laki-laki yang selalu pergi dengan teman-temannya. Gaya bicaramu masih monoton dan sangat membosankan, walaupun percakapan kita masih terus berlanjut setiap hari.

Aku masih ingat jelas foto profilmu saat itu, karena aku selalu penasaran seperti apa wajahmu. Berkali-kali aku melihat foto itu, seorang pria berjaket yang duduk di sebuah kursi, sepertinya di kafe? Aku tak tahu pasti. Pria itu seperti sedang minum, memegang sebuah cangkir yang menutupi sebagian wajahnya, hanya matanya yang terlihat, tapi itu pun tertutup bingkai kacamata yang dia pakai.