Jumat, 10 Juni 2016

First meet

Saat itu aku sedang dekat dengan seorang pria. Dan sebenarnya waktu itu aku merasa lebih mengharapkan dia. Karena persoalan agama, dan karena dia tak semisterius kamu. Aku tau seperti apa wajahnya, dan cara bicaranya mengalir, lebih menarik perhatianku. Aku awalnya tak tahu kamu akan datang dihari wisudaku. Aku baru tau saat temanmu menanyakan padaku jadwal wisudaku dan berkata ia akan datang denganmu.

Aku selalu berharap hidupku lebih berwarna, disukai pria, punya banyak teman yang akan memeriahkan hari-hari bahagiaku. Tetapi Tuhan sepertinya punya rencana lain dihidupku. Aku hanya memiliki sedikit teman tetapi sangat dekat seperti saudaraku sensiri. Mereka akan selalu ada menasehati dan menghiburku. Dan aku selalu punya, setidaknya satu orang terdekat yang menjadi tempat aku menceritakan setiap cerita hidupku tanpa kecuali. Dan aku berharap ada sesorang pria yang akan datang, memberiku bunga, menyukai dan menerima aku dengan segala hal yang ada padaku. Tapi aku tak ingin kecewa. Aku membeli bunga untuk hari wisudaku sendiri. Sebuah buket bunga yang sangat indah yang kupesan sendiri, dan aku hias sesuai apa yang aku inginkan. Karena aku merasa, mungkin tak akan ada yang memberiku buket bunga. Padahal aku sangat menyukai bunga, dan tentu saja tak mungkin aku membeli buket bunga untukku sendiri dihari-hari biasa.

Tapi sepertinya Tuhan lagi-lagi berkata lain. Aku menunggu seseorang, tapi orang itu tak pernah datang. Dan sebagai gantinya, Ia mengirimkanmu, hadir di hari wisudaku, membawa bunga dan sebuah hadiah, boneka beruang. Aku sangat menyukainya. Satu keinginanku telah didengar dan dijawab Tuhan. Walaupun tentu saja saat itu aku belum percaya dan menerima Yesus dalam hidupku. Tapi aku percaya Tuhan mendengar doa ku.

Sebuah pertemuan singkat, yang ternyata adalah awal dari sebuah cerita tak berujung dihidupku. Aku dan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar